Arbitrase dipilih sebagai mekanisme penyelesaian sengketa karena menjanjikan kepastian dan kecepatan. Tujuan utamanya adalah mengakhiri perselisihan secara tuntas. Oleh karena itu, menerima Putusan Arbitrator tanpa syarat menjadi krusial untuk mencapai tujuan akhir dari proses hukum alternatif ini.
Prinsip Final and Binding
Sebagian besar perjanjian arbitrase menetapkan bahwa hasilnya bersifat final and binding (final dan mengikat). Ini berarti kedua belah pihak secara sukarela setuju untuk terikat pada hasil putusan, apa pun itu. Menolak hasil berarti melanggar perjanjian awal yang telah disepakati.
Menghindari Litigasi yang Berlarut
Menerima Putusan Arbitrator adalah cara efektif untuk menghindari proses litigasi di pengadilan yang seringkali memakan waktu lama, biaya besar, dan bersifat terbuka. Arbitrase menawarkan solusi yang lebih cepat dan tertutup, menjaga kerahasiaan informasi bisnis.
Integritas Proses Arbitrase
Integritas sistem arbitrase sangat bergantung pada penghormatan terhadap keputusannya. Jika pihak-pihak dengan mudah menolak atau berusaha meninjau ulang putusan, maka seluruh kredibilitas dan efektivitas arbitrase akan runtuh.
Keahlian Khusus Arbitrator
Arbitrator dipilih karena keahlian khusus mereka di bidang sengketa yang dipermasalahkan (misalnya, konstruksi, maritim, atau investasi). Putusan Arbitrator didasarkan pada analisis mendalam dan pengetahuan teknis yang mungkin tidak dimiliki oleh hakim umum.
Batasan Hukum untuk Pembatalan
Upaya hukum untuk membatalkan Putusan Arbitrator sangat terbatas. Undang-Undang Arbitrase hanya mengizinkan pembatalan atas dasar prosedur atau pelanggaran ketertiban umum yang sangat mendasar, bukan karena ketidakpuasan terhadap hasil materiil.
Menghemat Biaya dan Sumber Daya
Proses banding atau gugatan pembatalan menambah biaya yang signifikan dan menguras sumber daya manajemen. Menerima keputusan dengan lapang dada, meskipun tidak menguntungkan, seringkali merupakan pilihan finansial yang lebih cerdas dalam jangka panjang.
Preseden Bisnis yang Positif
Bagi perusahaan, menghormati putusan arbitrase menunjukkan komitmen terhadap integritas kontrak dan penyelesaian sengketa yang bertanggung jawab. Ini menciptakan preseden bisnis yang positif dan dapat meningkatkan reputasi di mata mitra dan investor.
