Dalam olahraga gulat, pertandingan seringkali berpindah dari pertarungan berdiri ke pertarungan di matras. Menguasai latihan ground game adalah keterampilan vital yang membedakan pegulat. Kemampuan untuk mengontrol, mengunci, dan mendominasi lawan saat berada di lantai seringkali menjadi penentu kemenangan. Latihan ground game tidak hanya melibatkan kekuatan, tetapi juga pemahaman taktis, kelincahan, dan kemampuan untuk memanipulasi posisi lawan.
Salah satu prinsip utama dari latihan ground game adalah membangun kontrol. Setelah berhasil menjatuhkan lawan, tujuan utama adalah mempertahankan posisi yang superior, seperti posisi side control atau mount. Dari posisi-posisi ini, seorang pegulat dapat membatasi gerakan lawan, menekan mereka, dan mempersiapkan serangan. Latihan untuk mengontrol posisi harus dilakukan secara berulang-ulang, membangun kekuatan cengkeraman dan daya tahan otot yang diperlukan untuk menahan lawan. Ini adalah fondasi dari setiap serangan yang berhasil di lantai.
Selain kontrol, ground game juga berfokus pada transisi. Pegulat harus mampu beralih dengan lancar dari satu posisi ke posisi lain, selalu mencari celah untuk meningkatkan posisi dominan atau melepaskan diri dari posisi yang merugikan. Gerakan seperti shrimp escape atau hip escape adalah teknik-teknik dasar yang wajib dikuasai untuk keluar dari posisi sulit dan membalikkan keadaan. Latihan transisi harus dilakukan dengan kecepatan dan kelincahan, mensimulasikan tempo pertandingan yang cepat.
Pada 14 November 2025, seorang pelatih gulat, Bapak Budi Santoso, dalam sebuah lokakarya, menyatakan, “Ground game adalah tentang mengendalikan gravitasi dan memanfaatkan setiap inchi matras. Seorang pegulat dengan ground game yang kuat adalah lawan yang sangat sulit untuk dikalahkan.” Pernyataan ini menegaskan betapa krusialnya penguasaan di lantai. Sebuah laporan dari Lembaga Penelitian Fisiologi Olahraga pada 20 Desember 2025, yang tercatat dalam dokumen No. 789/LFO/XII/2025, menunjukkan bahwa atlet yang rutin melakukan latihan ground game mengalami peningkatan signifikan dalam kekuatan inti dan daya tahan.
Pada 22 Desember 2025, Kepala Kepolisian Sektor setempat, Kompol (Komisaris Polisi) Bagus Pratama, seorang mantan pegulat, dalam sebuah wawancara dengan media olahraga, memberikan contoh dari pengalamannya. “Sama seperti dalam pekerjaan saya di kepolisian, di mana kemampuan untuk menguasai situasi di lapangan sangat penting. Latihan ground game mengajarkan kita untuk mengendalikan situasi, baik secara fisik maupun mental,” ujarnya.
Secara keseluruhan, latihan ground game adalah komponen tak terpisahkan dari pelatihan gulat. Dengan memprioritaskan kontrol posisi, transisi, dan escapes, seorang pegulat dapat menguasai pertandingan di lantai, membalikkan keadaan, dan meraih kemenangan yang solid dan meyakinkan.
