Momentum saat organisasi Terima Kunjungan dari perwakilan kementerian menjadi titik balik yang sangat dinantikan. Kunjungan ini bukan sekadar agenda formalitas atau pertemuan di atas meja, melainkan sebuah aksi nyata untuk memetakan kekuatan olahraga gulat di Indonesia Timur. Delegasi dari Kemenpora turun langsung ke sasana-sasana latihan sederhana di Ambon dan sekitarnya guna berdialog dengan para pelatih lokal. Fokus utamanya adalah memahami kendala apa saja yang menghambat percepatan prestasi, serta bantuan apa yang paling mendesak untuk segera disalurkan agar talenta Maluku tidak layu sebelum berkembang.
Agenda utama dalam lawatan ini adalah untuk Tinjau Bakat Lokal yang selama ini sering kali luput dari pantauan pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Maluku memiliki karakteristik atlet dengan keunggulan anatomis dan daya tahan fisik yang alami, yang sangat cocok untuk disiplin olahraga gulat. Namun, tanpa adanya kompetisi yang rutin dan peralatan yang standar, potensi hebat tersebut sering kali hanya menjadi Terima Kunjungan dan tidak mampu menembus level internasional. Kemenpora ingin memastikan bahwa sistem pemanduan bakat di daerah ini berjalan secara objektif dan berbasis data performa yang akurat.
Selama kunjungan tersebut, para pejabat kementerian melihat sendiri bagaimana para pemuda Maluku berlatih dengan semangat juang yang luar biasa di atas matras yang terkadang sudah tidak layak pakai. Hal ini menyentuh aspek urgensi rehabilitasi sarana dan prasarana. PGSI Maluku memaparkan data mengenai atlet-atlet muda yang potensial namun membutuhkan beasiswa pendidikan serta jaminan kesehatan agar mereka dapat fokus sepenuhnya pada latihan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat melahirkan program jangka panjang yang tidak hanya fokus pada satu kali event saja, melainkan pada pembangunan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Pihak Kemenpora juga menekankan pentingnya standarisasi kepelatihan. Bakat yang besar harus dipoles dengan teknik yang benar sesuai perkembangan gulat modern di dunia. Oleh karena itu, salah satu hasil dari kunjungan ini adalah rencana pengiriman instruktur nasional ke Maluku untuk memberikan pelatihan bagi pelatih lokal. Dengan peningkatan kualitas pelatih, maka kualitas atlet yang dihasilkan pun akan meningkat secara otomatis. Keberadaan talenta Maluku diharapkan dapat menjadi tulang punggung tim nasional gulat Indonesia di masa depan.
