Kemendikdasmen Siapkan Guru: Pemrograman AI Jadi Mata Pelajaran Alternatif di SD dan SMP

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) mengambil langkah progresif dengan menyiapkan tenaga pengajar untuk memperkenalkan pemrograman kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu mata pelajaran alternatif di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Inisiatif ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pemahaman fundamental tentang AI dan coding, keterampilan yang semakin relevan di era digital. Persiapan guru menjadi fokus utama agar implementasi mata pelajaran ini berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi para siswa.

Direktur Kurikulum dan Perbukuan Kemendikdasmen, Dr. Zulfikar Ali, M.Pd., dalam sebuah seminar pendidikan yang diselenggarakan secara daring pada hari Selasa, 6 Mei 2025, menyampaikan bahwa penawaran pemrograman AI sebagai mata pelajaran alternatif merupakan upaya untuk mengakselerasi literasi digital dan pemikiran komputasional sejak dini. “Kami menyadari bahwa AI bukan lagi sekadar wacana, melainkan bagian integral dari kehidupan kita. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahaminya sejak bangku sekolah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Zulfikar Ali menjelaskan bahwa Kemendikdasmen akan menyelenggarakan serangkaian pelatihan komprehensif bagi guru-guru yang berminat mengampu mata pelajaran ini. Pelatihan perdana dijadwalkan pada tanggal 27 hingga 29 Mei 2025, bertempat di Balai Guru Penggerak wilayah Jakarta Selatan. Materi pelatihan akan mencakup dasar-dasar pemrograman dengan bahasa yang sesuai untuk siswa SD dan SMP, pengenalan konsep-konsep AI secara sederhana, serta strategi pengajaran yang interaktif dan menarik. Para peserta pelatihan akan dibimbing oleh para ahli di bidang coding dan AI dari berbagai institusi pendidikan tinggi dan praktisi industri.

Implementasi pemrograman AI sebagai mata pelajaran alternatif ini diharapkan dapat menumbuhkan minat siswa terhadap ilmu komputer dan teknologi, serta mengembangkan keterampilan problem-solving dan kreativitas mereka. Sekolah memiliki fleksibilitas untuk menawarkan mata pelajaran ini sesuai dengan kapasitas dan minat siswa. Kemendikdasmen optimis bahwa dengan persiapan guru yang matang, pengenalan pemrograman AI sejak dini akan memberikan fondasi yang kuat bagi siswa untuk menghadapi perkembangan teknologi di masa depan dan berpotensi melahirkan talenta-talenta di bidang AI.