Program unggulan yang kini dijalankan oleh PGSI Maluku adalah sebuah sistem pembinaan karakter yang komprehensif. Fokus utamanya adalah untuk Mengasah Mental Petarung agar tidak hanya sekadar mengandalkan emosi, tetapi juga kecerdasan taktis. Di Maluku, gulat diajarkan sebagai sebuah seni yang membutuhkan ketenangan jiwa di tengah badai serangan lawan. Atlet dilatih untuk tetap berpikir jernih saat berada dalam posisi terjepit. Kedisiplinan mental ini sangat penting karena dalam gulat internasional, kesalahan kecil akibat emosi yang meluap bisa berakibat fatal pada hasil akhir pertandingan.
Pendekatan yang diambil oleh pengurus adalah melalui penerapan Kedisiplinan Berlapis. Artinya, disiplin tidak hanya berhenti pada kehadiran di lapangan, tetapi juga merambah ke aspek spiritual, sosial, dan intelektual. Lapisan pertama adalah disiplin fisik, di mana atlet diwajibkan mengikuti program latihan beban dan teknik yang sangat intensif. Lapisan kedua adalah disiplin perilaku, di mana setiap atlet harus menjadi contoh warga yang baik di lingkungannya. Maluku ingin menghapus kesan bahwa atlet beladiri identik dengan kekerasan di luar lapangan. Kedisiplinan inilah yang akan menjaga kehormatan atlet sebagai manusia yang berbudaya.
Sinergi antara budaya lokal dan olahraga modern ini membuat PGSI Maluku memiliki identitas yang kuat. Para pelatih sering kali menyisipkan nilai-nilai “Pela Gandong” atau persaudaraan dalam sesi latihan, sehingga tercipta ikatan yang kuat antar sesama atlet. Kedisiplinan kolektif ini membuat mereka saling menjaga dan saling mengingatkan jika ada rekan yang mulai kehilangan fokus. Kekuatan persaudaraan ini menjadi modal Mengasah Mental Petarung yang sangat besar saat mereka harus bertanding di luar daerah, di mana mereka merasa membawa nama baik seluruh masyarakat Maluku di pundak mereka masing-masing.
Dalam hal pengembangan teknik, PGSI Maluku mulai mengadopsi metode pelatihan dari negara-negara yang memiliki tradisi gulat kuat. Kedisiplinan untuk mempelajari teknik-teknik baru yang mungkin belum pernah mereka kenal sebelumnya menjadi ujian tersendiri bagi para atlet senior. Namun, dengan keterbukaan pikiran dan keinginan untuk maju, transisi ini berjalan dengan sangat baik. Maluku kini mulai memadukan kekuatan fisik khas timur dengan teknik kuncian modern yang lebih efisien. Hasilnya, atlet-atlet Maluku kini tampil lebih variatif dan sulit diprediksi oleh lawan di atas matras.
