Wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku, telah lama dikenal sebagai gudang atlet dengan kemampuan fisik yang superior di berbagai cabang olahraga kontak fisik. Kekuatan alam yang keras dan keterikatan yang kuat dengan kehidupan maritim secara alami membentuk fisik masyarakatnya menjadi tangguh dan memiliki daya tahan tinggi. Salah satu rahasia di balik kekuatan luar biasa para atlet gulat dari daerah ini adalah metode pelatihan non-konvensional yang mereka jalani. Banyak orang terkejut saat mengetahui bahwa mereka sering melakukan sesi latihan di laut! sebagai bagian dari program penguatan fisik ekstrem yang tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia.
Metode latihan di dalam air ini bukan sekadar aktivitas berenang biasa. Para atlet diminta untuk melakukan gerakan gulat, bantingan, dan pergerakan kaki (footwork) di dalam air setinggi dada. Tekanan air yang konstan memberikan beban alami pada setiap gerakan, memaksa otot untuk bekerja lebih keras tanpa memberikan dampak benturan yang merusak persendian. Hal inilah yang menjadi jawaban mengenai mengapa tenaga pegulat dari Maluku memiliki karakteristik yang sangat berbeda; mereka memiliki kekuatan tarikan dan dorongan yang sangat stabil namun eksplosif. Ketika mereka kembali ke atas matras yang kering, tubuh mereka merasa jauh lebih ringan dan gerakan mereka menjadi lebih cepat dan mematikan dibandingkan lawan-lawannya.
Kombinasi antara bakat genetis yang kuat dan lingkungan latihan yang menantang ini membuat para atlet di bawah naungan PGSI Maluku memiliki reputasi yang cukup unik di tingkat nasional. Mereka sering kali dijuluki sebagai petarung dengan tenaga yang tak kunjung habis, bahkan saat pertandingan memasuki babak-babak akhir yang menentukan. Dalam dunia gulat, tenaga mereka dianggap paling berbahaya karena sulit diprediksi dan sangat dominan dalam situasi pertarungan bawah (ground fighting). Cengkeraman tangan mereka yang terbentuk dari aktivitas sehari-hari di wilayah pesisir membuat lawan sulit untuk melepaskan diri begitu sudah masuk ke dalam kuncian mereka.
Profesionalisme dalam mengelola bakat alam ini dikawal dengan sangat ketat oleh organisasi di wilayah Maluku. Mereka memastikan bahwa meskipun latihan dilakukan dengan cara tradisional di alam, aspek keselamatan dan standar teknik internasional tetap menjadi acuan utama.
