Gulat adalah olahraga yang menguras oksigen dalam jumlah besar hanya dalam hitungan menit. Di Maluku, yang dikenal melahirkan banyak atlet berbakat dengan fisik yang tangguh, aspek ketahanan paru-paru dan jantung menjadi fokus utama dalam setiap sesi kepelatihan. Konsep endurance atau daya tahan bukan hanya soal kemampuan berlari jauh, melainkan soal bagaimana tubuh tetap mampu bekerja dengan intensitas maksimal meskipun tumpukan asam laktat sudah mulai memenuhi otot. Bagi PGSI Maluku, rahasia memenangkan pertandingan sering kali bukan terletak pada siapa yang memulai dengan kuat, tetapi siapa yang masih memiliki sisa tenaga di menit-menit akhir.
Peningkatan kapasitas cardio bagi seorang pegulat memerlukan metode latihan yang sangat spesifik dan bervariasi. Di Maluku, para pelatih menerapkan latihan interval intensitas tinggi atau HIIT yang dirancang untuk meniru dinamika pertandingan gulat yang eksplosif namun berkelanjutan. Atlet dipaksa untuk melakukan gerakan cepat selama 30 detik, diikuti dengan istirahat singkat, dan diulang berkali-kali. Pola ini sangat efektif untuk memperbesar volume oksigen maksimal (VO2 Max) yang dapat diserap oleh tubuh. Dengan kapasitas paru-paru yang lebih besar, seorang atlet di bawah naungan PGSI Maluku dapat melakukan pemulihan detak jantung dengan lebih cepat di waktu istirahat antar ronde.
Strategi yang digunakan untuk menjaga performa tetap stabil adalah dengan melatih ambang batas anaerobik atlet. Di Maluku, sering kali latihan fisik dilakukan di tepi pantai atau daerah berbukit untuk menambah beban alami pada kerja jantung. Dengan kondisi lingkungan yang menantang, sistem pernapasan atlet dilatih untuk bekerja lebih keras dari biasanya. Hal ini berdampak langsung pada kemampuan mereka untuk tetap fokus secara mental; karena saat napas sudah mulai tersengal-sengal, fokus otak biasanya akan menurun dan atlet cenderung melakukan kesalahan teknis yang mendasar. Atlet yang terlatih secara kardio akan tetap memiliki pikiran yang jernih untuk mengambil keputusan taktis.
Bertarung di atas matras hingga detik terakhir memerlukan mentalitas yang sangat kuat. Banyak pertandingan gulat yang skornya sangat tipis ditentukan pada 30 detik terakhir di ronde kedua atau ketiga. Di sinilah daya tahan yang dilatih di wilayah Maluku berbicara banyak. Ketika lawan mulai melambat dan kehilangan kekuatan genggamannya, atlet Maluku yang memiliki cadangan energi lebih banyak dapat melancarkan serangan kejutan yang menentukan hasil akhir. Kemampuan untuk melakukan spurt atau ledakan tenaga di saat-saat terakhir adalah hasil dari latihan kardio yang konsisten dan disiplin tinggi selama berbulan-bulan.
